Kriminal Uncategorized

Cucu Bunuh Nenek ketika Sedang Sholat

Written by mantapkeren

Cucu Bunuh Nenek ketika Sedang Sholat
Cucu Bunuh Nenek ketika Sedang Sholat

Cucu Bunuh Nenek ketika Sedang Sholat – Majelis Pengadilan Negeri Pekanbaru menjatuhkan vonis 17 tahun kepada Tio berusia 20 tahun dalam kasus pembunuhan berencana kepada neneknya Tiamah berusia 70 tahun. Tersangka melakukan pembunuhan ketika neneknya itu sedang sholat.

Dalam sidang keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru bahwa terdakwa secara terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana sesuai dengan Pasal 340 KUHP dan subsider Pasal 338 KHUP tentang pembunuhan.

Berdasarkan informasi saksi dan fakta persidangan, kami telah setuju menjatuhkan hukuman 17 tahun penjara kepada terdakwa Tio, tutur hakim ketua. Tony Irfan di PN Pekanbaru Jalan Teratai Senin (19/3/2018).

Keputusan Majelis hakim dua tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta hakim menghukum terdakwa dengan vonis 20 tahun penjara.

Dalam putusan 17 tahun kurungan, hakim memiliki pendapat bahwa selama dalam persidangan, terdakwa selalu sopan dan jujur. Hal ini membuat hakim mempertimbangkan untuk meringankan sedikit hukuman Tio. Tersangka juga menyatakan menyesal atas perbuatannya.

Sedangkan yang memberatkan tersangka melakukan pembunuhan berencana dan merampas harta benda korban, tuturnya.

Atas perbuatan itu tersangka menyatakan menerima keputusan pengadilan.

Kasus pembunuhan itu terjadi di jalan Raja Panjang RT02/Rw04 Kelurahan Tebingtinggi, Okura kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru pada 4 Oktober 2017. Korban dan terdakwa tinggal satu rumah.

Dalam dakwaan waktu itu korban sedang sholat Duha. Lalu korban mengambil sepotong kayu dan menghantamkannya ke kepala nenek yang selama ini memberinya makan dan tempat tinggal. Setelah itu terdakwa menyeret korban yang telah tewas ke kamar. Cucu durhaka ini kemudian menggali lobang dan mengubur neneknya dalam lobang itu. Untuk menutupi jejaknya, tersangka menimpa gundukan tanah dengan kasur. Setelah itu terdakwa kabur dan menguras harta benda neneknya.

Tidak lama kasus ini tercium oleh pihak kepolisian. Tio berhasil ditangkap ditempat persembunyiannya di kawasan Nagoya, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada 13 Oktober 2017. Tersangka mengaku membunuhnya neneknya karena kesal tidak dikasih uang. Tersangka mengataka sudah menjual perhiasan neneknya untuk membeli narkoba.

Pin It on Pinterest