Banner Politik Uncategorized

Siapa Diuntungkan dan Dirugikan dari Kenaikan TOL JORR?

Written by mantapkeren
Siapa Diuntungkan dan Dirugikan dari Kenaikan TOL JORR?

Siapa Diuntungkan dan Dirugikan dari Kenaikan TOL JORR?

Siapa Diuntungkan dan Dirugikan dari Kenaikan TOL JORR? – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal menyamakan seluruh tarif tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) pada 20 Juni 2018. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri PUPR No. 382/KPTS/M/2018 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor, Tarif, dan Sistem Pengumpulan Tol Secara Integrasi pada Jalan Tol JORR.

Awalnya, kebijakan itu akan diberlakukan per tanggal 13 Juni 2018 (hari ini). Namun, penerapannya diundur hingga 20 Juni dengan pertimbangan efektivitas sosialisasi.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi menerangkan kenaikan tarif tol JORR merupakan konsekuensi dari usaha pemerintah mengurangi kepadatan kendaraan. Budi mengatakan kepadatan kendaraan terjadi karena selama ini tol JORR dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang berbeda-beda sehingga menyebabkan masing-masing ruas tol memiliki gerbang pembayaran.

Dampaknya, ujar Budi, adalah kenaikan untuk tarif jarak dekat. Setelah kebijakan itu diterapkan, nantinya kendaraan golongan 1 berupa sedan, jip, pikap/truk kecil, dan bus dikenakan akan dikenakan tarif sama untuk perjalanan pendek dan jauh yakni Rp15.000, sedangkan golongan 2 dan 3 tarifnya Rp22.500, serta golongan 4 dan 5 tarifnya Rp 30.000. Saat ini, persiapan penerapan sudah dimulai dengan dihapuskannya gerbang tol Meruya dan Rorotan.

“Kenaikan diambil untuk rata-rata dan bayar di muka. jauh dekat sama: Rp15 ribu. Jadi, untuk jarak total 76 km, sama tarifnya,” ujarnya saat dihubungi Tirto, Rabu (13/6/2018).

Sebelumnya, masing-masing tarif tol ditetapkan sebesar Rp9.500 untuk golongan I, Rp11.500 untuk golongan II, Rp15.500 untuk golongan IIIA, Rp19.000 untuk golongan IV dan Rp23.000 untuk golongan V.

Kebijakan untuk menyeragamkan tarif jauh-dekat di tol JORR sebenarnya bukan baru kali ini saja terjadi. Satu dekade silam, pemerintah juga sempat memberlakukan sistem tarif terbuka. Waktu itu, ruas tol JORR baru menghubungkan Ulujami (Jakarta Selatan)-Cilincing (Jakarta Utara). Dengan sistem ini, pengguna harus membayar tarif jauh-dekat Rp 6.000 untuk kendaraan golongan I.

Padahal, di sistem sebelumnya (tertutup), pengguna kendaraan pribadi hanya membayar sesuai dengan jarak yang ditempuh saat keluar dari jalan tol. Pemberlakuan tarif ini pun mendapat protes masyarakat, lantaran untuk jarak sekitar 2-5 kilometer, mereka harus membayar Rp 6.000, jauh lebih mahal dari sebelumnya yang hanya Rp 1.500-Rp 2.000.

5 Cara Stop Merokok Di Saat Bulan Puasa
Siapa Diuntungkan dan Dirugikan dari Kenaikan TOL JORR?

Pin It on Pinterest