Banner Teknologi

NASA Buat Ekspedisi Laut Untuk Menemukan Alien

Written by mantapkeren
NASA Buat Ekspedisi Laut Untuk Menemukan Alien

NASA Buat Ekspedisi Laut Untuk Menemukan Alien

NASA Buat Ekspedisi Laut Untuk Menemukan Alien – NASA akan segera mengunjugi gunung berapi bawah laut Lo’ihi di Hawaii. Lo’ihi adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak sekitar 80 kilometer (50 mil) dari garis pantai Big Island. Gunung ini terletak hampir satu kilometer (lebih dari 914 meter) di bawah permukaan Samudera Pasifik.

Ekspedisi yang dinamakan SUBSEA ini dilakukan untuk mencari tahu bagaimana kehidupan bawah laut itu bisa bertahan di tempat tanpa cahaya. Hal ini berguna untuk eksplorasi di beberapa objek luar angkasa yang memiliki lautan luas dan diduga memiliki lubang-lubang yang memancarkan panas. Contohnya seperti yang diamati pada satelit Saturnus Enceladus dan satelit Jupiter Europa.

Kedua satelit ini memiliki laut luas dibawah permukaan esnya yang tebal. Dengan penelitian ini mereka berharap bisa mendapatkan pendanaan untuk misi robotik menemukan kehidupan di benda angkasa berair tersebut.

Lubang-lubang panas di dasar laut juga sering ditemukan di Bumi, khususnya di Samudera Atlantik dan Pasifik. Lubang-lubang panas tersebut biasanya mengeluarkan asap hitam yang tebal, yang menjadi makanan bagi mikroba dan makhluk-makhluk seperti cacing yang tinggal di sekitarnya. Pada lokasi-lokasi tertentu, lobster, siput, dan kepiting pun hidup dari lubang-lubang tersebut.

“Tetapi Lo’ihi berbeda,” ujar kepala program SUBSEA, Darlene Lim.

Para peneliti menduga, jika lubang-lubang dasar laut serupa ada di planet lain, lubang-lubang tersebut kemungkinan lebih mirip dengan yang ada di Lo’ihi-tidak sepanas lubang-lubang berasap hitam di Samudera Atlantik.

Darlene mengungkapkan, suhu di lubang-lubang yang mengeluarkan asap hitam dapat mencapai lebih dari 370 derajat Celsius (700 derajat Fahrenheit). Sedangkan, para peneliti ruang angkasa menduga lubang-lubang yang ada di Enceladus kemungkinan hanya bersuhu 50-200 derajat Celsius (120-400 derajat Fahrenheit).

NASA bekerja sama dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) untuk mempelajari Lo’ihi selama 21 hari. Kapal-kapal yang dikendalikan menggunakan remote (Remote Operated Vehicle/ROV) akan diterjunkan untuk mengumpulkan bebatuan dan mengobservasi kehidupan mikro di sekitar gunung berapi tersebut.

“Di sana terdapat kehidupan mikro yang sangat beragam,” ujar seorang mikrobiologis dari Western Washington University, Craig Moyer. Ia sudah mempelajari Lo’ihi selama lebih dari dua dekade.

Menurut Craig, kehidupan di Lo’ihi bukan hanya tentang beragam mikroba yang hidup dari zat-zat kimia di daerah yang tak tersentuh cahaya, tetapi juga bagaimana kehidupan ini berubah seiring dengan aktivitas gunung Lo’ihi yang fluktuatif.

Sejak erupsinya pada 1996, Lo’ihi cenderung tidak akif dan lubang-lubangnya sudah mendingin, yang berarti gunung ini tidak lagi mengeluarkan banyak gas-gas tipikal seperti hidrogen dan hidrogen sulfida. Hal ini mengakibatkan mikroba di sekitarnya hidup dari zat kimia yang tersedia, yaitu besi.

Namun, ketika Lo’ihi aktif kembali, suhu panas dan zat-zat kimia yang keluar akan memicu munculnya kehidupan mikroba baru.

“Kami berharap akan melihat aktivitas Lo’ihi sekali lagi,” tutur Craig, mengingat gunung Kilauea yang sedang terus-menerus meletus di Hawaii kemungkinan terhubung dengan Lo’ihi.
Tidak hanya karena Kilauea sangat aktif sekarang, tetapi Lo’ihi yang letaknya dekat juga relatif mudah dipelajari oleh NASA, karena ia berada di dalam teritori AS.

SUBSEA berencana akan mengunjungi lubang-lubang dasar laut lainnya pada 2019. Setelah misi ini berakhir, Darlene berharap NASA akan memiliki gambaran yang lebih baik tentang di mana mereka harus mencari kehidupan di luar angkasa, seperti di Enceladus.

“Di mana Anda dapat menemukan air, kemungkinan besar di sana terdapat kehidupan,” ujarnya, seperti dilansir Mashable.

Saling Puji Valentino Rossi,Marc Marquez Dan Lorenzo
NASA Buat Ekspedisi Laut Untuk Menemukan Alien

Pin It on Pinterest