Banner Politik Uncategorized

JK Mundur Dari Pilpres 2019 Karena Aturan

Written by mantapkeren
JK Mundur Dari Pilpres 2019 Karena Aturan

JK Mundur Dari Pilpres 2019 Karena Aturan

JK Mundur Dari Pilpres 2019 Karena Aturan – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan dirinya ingin istirahat dari pencalonan presiden maupun wakil presiden pada Pilpres 2019.

“Seperti yang sering saya katakan, saya sendiri tentu ingin istirahat. Apalagi masalah konstitusi sudah menetapkan hal seperti itu, yang harus dua kali (menjabat),” kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (24/4).

JK pun menyampaikan pengalaman suka dan duka selama mendampingi Presiden Joko Widodo selama hampir satu periode kepemimpinan.

Terkait penilaian beberapa pihak bahwa dia adalah sosok tepat untuk kembali mendampindi Joko Widodo dalam pencalonan Pilpres 2019, JK mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi tanggapan publik tersebut.

“Ya tentu seperti yang saya katakan, saya berterima kasih kepada setiap tanggapan-tanggapa yang baik, atas apa yang telah kita kerjakan selama ini. Tetapi kan konstitusi berbunyi begitu, ya nanti lah kita perhatikan,” ujarnya.

Sejumlah survei menunjukkan bahwa nama Jusuf Kalla masih dipercaya publik seagai pendamping Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Hasil survei Populi Center pada Februari lalu menunjukkan elektabilitas Jusuf Kalla menempati urutan pertama dengan mencapai 15,6 persen dalam daftar nama calon wakil presiden.

Terakhir, survei litbang Kompas juga menampilkan nama Jusuf Kalla sebagai tokoh yang paling banyak dipilih responden, dengan angka 15,6 persen, untuk kembali maju di Pilpres 2019 mendampingi Presiden Jokowi.

menurut saya karena beliau sudah dua kali, jadi cawapres, kalau capres mungkin enggak apa-apa. Tapi kalau cawapres lagi itu bagaimana legalnya standingnya itu,” kata Siti Zuhroh usai menghadiri silaturahmi nasional KAHMI di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jl Merdeka Utara, Jakarta, Senin (26/2).

Dia menilai, jika JK mencalonkan kembali sebagai cawapres karirnya tidak menanjak. Karena menurutnya, banyak publik yang sudah tahu bahwa JK adalah wakil Presiden dari Presiden Joko Widodo. Dia juga tidak yakin jika JK kembali disandingkan dengan Jokowi apakah publik masih menginginkan.

“Toh sudah diketahui bagaimana posisi pak JK sebagai wapres dari pak Jokowi. Kan tampak tidak maksimal penilaiannya seperti itu. Dan tentunya apakah pasangan ini masih akan digandrungi?” kata Siti.

Tidak hanya itu, dia juga menilai, ada rasa dilematis dalam hati JK. Dia menilai, JK belum ada keyakinan yang tegas untuk maju. Hal itu yang menyebabkan, jika JK ragu pemilihnya pun akan ragu.

“Bagi pak JK, itu semacam ada tanggung jawab moral. ‘Kok saya enggak naik kelas’. Dalam politik sama, dalam politik setinggi-tinggi. Tapi politik ini kan dinamis. Bisa jadi pak JK enggak mau wapres. Tidak menutup kemungkinan itu,” ungkap Siti.

Dia juga menilai, di Pilpres 2019 nanti akan ada hal yang berbeda tidak seperti tahun 2014. Dia menilai, publik akan memilih pemimpin baru. Dia berkaca seperti Pilkada DKI 2017, yang membutuhkan pemimpin baru.

“Yang menbacanya itu kalau mau kritis membacanya itu, sebetulnya aspirasi masyarakat. Animo masyarakat, kehendak masyarakat itu untuk memiliki calon pemimpin baru, seorang pemimpin baru atau memang ingin ini ada kelanjutan,


JK Mundur Dari Pilpres 2019 Karena Aturan

Kesehatan Mesti Di jaga Walau Ramadhan Telah Usai

Pin It on Pinterest